Dalami Dugaan TPPU Panji Gumilang, Bareskrim Polri Koordinasi Dengan PPATK dan BPK Hari Ini

TEMPO.CO, Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri masih mendalami dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan oleh pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun Panji Gumilang. Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan mengatakan, pihaknya telah mendalami keterangan terhadap 14 orang saksi terkait dugaan TPPU tersebut. 

“Kami telah mendalami beberapa saksi di antaranya ada 14 saksi yang sudah diperiksa dan masih ada dua lagi hari ini,” kata Whisnu kepada awak media di Bareskrim Polri, Selasa 8 Agustus 2023. 

Whisnu mengatakan, selain pemeriksaan saksi, hari ini juga dilakukan koordinasi dengan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kementerian Agama, Kejaksaan Agung, dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 

“Dari situ kami melakukan proses penelitian bahwa ada dugaan pola transaksi TPPU baik secara struktur atau diputarbalikkan maupun dengan cara mencampurkan proses aliran dana,” kata Whisnu. 

Dugaan TPPU yang dilakukan Panji Gumilang ini pertama kali terendus oleh PPATK. Berdasarkan LHA yang telah diberikan kepada Dittipideksus Bareskrim Polri, Panji Gumilang diduga melakukan TPPU senilai kurang lebih Rp 15 triliun. 

Panji Gumilang disebut mencampuradukkan dana operasional yayasan yang diantaranya bersumber dari zakat dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan rekening pribadinya. Dia disebut menggunakan dana tersebut untuk pembayaran pinjaman atas nama pribadi serta digunakan untuk penempatan deposito atas nama pribadi. 

Iklan

Perbuatan Panji Gumilang tersebut telah melanggar ketentuan yang ada yakni Pasal 5 UU No. 28 tahun 2004 jo UU No. 6 tahun 2001 tentang Yayasan. Tindakan Panji Gumilang juga disebut telah memenuhi unsur Pasal 3 UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

Selain dugaan TPPU, Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah menetapkan pendiri Pondok Pesantren Al Zaytun Panji Gumilang sebagai tersangka dugaan penodaan agama, ujaran kebencian, dan penyebaran berita bohong pada 1 Agustus 2023. Penetapan Panji sebagai tersangka diumumkan langsung oleh Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani. Dia menyatakan penetapan tersebut dilakukan setelah dilakukan gelar perkara. 

Baca Juga  5 Daftar Pengakuan Mario Dandy Ini Bikin Hakim Gregetan: Terserah Kamu!

“Setelah dilaksanakan pemeriksaan, penyidik melaksanakan gelar perkara, dihadiri penyidik, Propam, Irwasum, Ditkum dan Wasidik, hasil dalam proses gelar perkara semua menyatakan sepakat untuk mengaitkan saudara PG sebagai tersangka,” kata Djuhandhani di Mabes Polri, 1 Agustus 2023. 

Atas perbuatannya, Panji Gumilang dijerat Pasal 156a KUHP dan juga Pasal 45a ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Pilihan Editor: Kasus Penistaan Agama Panji Gumilang, Bareskrim Sita 31 Barang Bukti dari Kompleks Al-Zaytun



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *