Ulah China, Harga Minyak Jatuh ke Level Terendah 6 Bulan


Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak mentah dunia dibuka tak kompak pada perdagangan hari ini. Harga minyak mentah dunia masih bergejolak setelah meningkatnya stok bensin memicu kekhawatiran permintaan. Harga minyak telah turun lima hari beruntun, jika hari ini kembali ditutup melemah maka menambah hari penurunannya.

Harga minyak mentah WTI dibuka melemah 0,14% di posisi US$69,28 per barel, sementara harga minyak mentah brent dibuka menguat 0,23% ke posisi US$74,47 per barel.


Pada perdagangan Rabu (6/12/2023), harga minyak mentah WTI ditutup anjlok 4,07% di posisi US$69,38 per barel, begitu juga dengan minyak mentah brent ditutup terjun 3,76% ke posisi US$74,3 per barel.

Harga minyak turun hampir 4% pada perdagangan Rabu ke level terendah sejak bulan Juni, karena kekhawatiran terhadap permintaan bahan bakar global meningkat setelah data AS menunjukkan kenaikan persediaan bensin yang lebih besar dari perkiraan.

“Ada penurunan permintaan yang berasal dari sisi bahan bakar,” ujar Dennis Kissler, wakil presiden senior perdagangan di BOK Financial, dilansir dari Reuters.

“Saat ini pasar lebih fokus pada permintaan dibandingkan pasokan,” tambahnya.

Kekhawatiran terhadap kesehatan perekonomian China dan permintaan bahan bakar di masa depan juga membebani harga, sehari setelah lembaga pemeringkat Moody’s menurunkan prospek peringkat A1 China menjadi negatif dari stabil.

Stok bensin AS naik 5,4 juta barel pekan lalu, menurut Badan Informasi Energi (EIA), lebih dari lima kali lipat kenaikan 1 juta barel yang diperkirakan para analis. Bensin berjangka AS RBc1 anjlok ke level terendah dalam dua tahun.

“Meskipun saat itu bukan musim puncak bensin, permintaan selama liburan panjang Thanksgiving akhir pekan lesu,” ujar John Kilduff, mitra Again Capital LLC.

Baca Juga  Waskita Karya Kebut 12 Proyek IKN, 7 Proyek Selesai di Semester I

Permintaan bensin minggu lalu tertinggal dari rata-rata musiman 10 tahun sebesar 2,5%.

Dolar AS juga menyentuh level tertingginya dalam dua minggu, yang menekan permintaan dengan membuat minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Pada perdagangan Rabu (6/12/2023) indeks dolar di level 104,14.

Penurunan tak terduga dalam persediaan minyak mentah AS tidak banyak mendukung harga. Persediaan minyak mentah turun 4,6 juta barel, jauh melebihi penurunan 1,4 juta barel yang diperkirakan para analis.

OPEC+, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya seperti Rusia akhir pekan lalu menyetujui pengurangan produksi sukarela sekitar 2,2 juta barel per hari (bph) untuk kuartal pertama tahun 2024.

Pekan ini, para pejabat Arab Saudi dan Rusia mengatakan pemotongan tersebut akan mencegah penumpukan persediaan minyak pada kuartal pertama dan dapat diperpanjang atau diperdalam.

Meskipun pasokan OPEC+ dibatasi, harga telah turun hampir 11% sejak penyelesaian pada 29 November, sehari sebelum pertemuan OPEC+.

Pada hari Rabu, Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan perjalanan ke Uni Emirat Arab dan Arab Saudi untuk bertemu dengan Presiden UEA Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman. Minyak dan OPEC+ menjadi agendanya.

Harga minyak mentah AS di masa depan berada pada titik tertinggi yang mendorong kenaikan harga minyak mentah, sebuah tanda pasokan yang cukup dan meningkatnya kekhawatiran akan lambatnya permintaan.

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]

Baca Juga  Rombak Manajemen, 360Kredi Tunjuk Eks Bos AFPI Kuseryansyah Jadi Dirut



Artikel Selanjutnya


‘Bandar Minyak’ Mau Kurangi Pasokan, Harga Langsung Mendidih

(saw/saw)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *