Karyawan AJB Bumiputera Mau Mogok Kerja Massal, Ini Faktanya

Jakarta, CNBC Indonesia – Baru-baru ini beredar surat pemberitahuan dari Serikat Pekerja NIBA AJB Bumiputera 1912 bahwa akan terjadi mogok kerja yang dilakukan pada 18-20 Oktober 2023. Hal ini buntut dari sengkarut gagal bayar yang dialami perusahaan asuransi tersebut.

Dalam surat tersebut tertulis, para pekerja AJB Bumiputera 1912 meminta maaf kepada seluruh Pemegang Polis jika pelayanan tidak dapat dilakukan karena pihaknya sedang melaksanakan “Mogok Kerja Nasional”.

“Bahwa Pekerja menaruh keprihatinan mendalam terhadap upaya yang dilakukan Manajemen, sehingga seluruh hak-hak Pempol, Pekerja dan Mitra Kerja tidak dibayar sesuai ketentuan yang berlaku,” sebagaimana tertuang dalam alasan di surat tersebut, dikutip Selasa, (17/10/2023).

Selain itu, para pekerja menilai upaya penyehatan AJB Bumputera 1912 yang belum terarah dan dikhawatirkan akan mengancam kelangsungan Perusahaan yang pada akhirnya hak Pempol, Pekerja dan Mitra Kerja menjadi hilang.

Pekerja juga menuntut Organ Perusahaan dan Regulator segera melakukan skema terbaik dan tegas, serta tidak membiarkan keadaan AJB Bumputera 1912 semakin berlarut-larut.

Namun tampaknya ajakan mogok kerja tidak direspon satu suara oleh beberapa kantor wilayah. Sejauh ini, empat kantor wilayah telah mengumumkan penolakan atas ajakan aksi mogok kerja tersebut.

Kepala Wilayah Kepala Wilayah Aj. Individu Sumbagut I/Medan M Nur Lubis misalnya, mengeluarkan surat berbunyi tidak setuju dan tidak dapat mengikuti aksi mogok kerja nasional. Pasalnya, seluruh pegawai tidak pernah dilibatkan untuk sosialisasi, voting maupun dengar pendapat terkait upaya tersebut.

Lu is juga optimis untuk menunggu membaiknya likuiditas dan manajemen masih beritikad baik untuk menyelesaikan hak-hak pegawai yang belum terbayarkan.

“Sampai dengan saat ini Manajemen masih memberikan Hak Pekerja yaitu Gaji yang dibayarkan setiap bulan meskipun 75% dikarenakan kondisi keuangan yang ada. Artinya walaupun dengan liquiditas yang sangat rendah, kinerja pegawai dan produktivitas yang rendah, tingkat kedisiplinan yang rendah namun manajemen masih mengutamakan hak-hak pekerja terutama gaji,” ungkap Lubis.

Baca Juga  Kalbe Farma (KLBF) Bakal Buyback Saham 625 Juta Lembar

Ia pun mengingatkan bahwa pada kondisi saat ini, bumiputera butuh kinerja maksimal untuk penyelamatan keuangan. Sementara mogok merupakan aksi yang mengabaikan pelayanan kepada pemegang polis yang merupakan pemilik perusahaan.

“Kami sampaikan bahwa saat ini AJB Bumiputera 1912 sedang tidak baik-baik saja, dan Rencana Penyehatan Keuangan Perusahaaan (RPKP) yang direstui OJK pada 10 Feberuari 2023 adalah satu satunya jawaban/argumentasi mengapa kita masih bisa bekerja dan menggerakkan roda Operasional, sehingga seluruh pekerja masih dapat bernaung hidup diperusahaan yang kita cintai ini,” ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan Kantor Wilayah Jakarta ll tidak setuju dan tidak dapat mengikuti aksi mogok keria nasional. Surat ini ditandatangani Ahmad Fauzi Nasution selaku Kepala Wilayah.

Senada, Kepala Wilayah Makassar Muhammad Hasim mengatakan, pihaknya telah mendapat solusi atas tuntutan karyawan yang menghendaki pengakuan hutang perusahaan terhadap karyawan tentang hak-hak yang belum terbayarkan dan sekaligus meminta jadwal pembayarannya. Sehingga, kantor wilayah tersebut menolak untuk melakukan mogok kerja.

Lebih jauh, Kepala Wilayah Pematang Siantar Irdan bahkan mengancam akan memberi sanksi Kepada Pegawai yang ikut melaksanakan mogok kerja. Dalam surat itu, seluruh Kepala Cabang, KUAK dan Pegawai disebut wajib mengirimkan foto kehadiran di grup WhatsApp setiap hari kerja.

Perlu diketahui, Sejauh ini, AJB Bumiputera masih mencatatkan Risk Based Capital (RBC) atau rasio kemampuan perusahaan asuransi dalam menutupi kewajibannya sebesar -631,78%. Angka ini masih di bawah batas minimum RBC yang ditetapkan OJK sebesar 120%.

Sebelumnya, pada tahun 2021 AJB Bumiputera mengalami kerugian sehingga beberapa nasabahnya mengalami gagal bayar. Berbagai upaya penyelamatan dilakukan hingga berujung restrukturisasi perusahaan dan penyesuaian nilai klaim agar perusahaan terus dapat berdiri.

Baca Juga  Pendapatan Ekspor Batu Bara Anjlok, Laba Toba Energi Jadi Rp 124,8 M

 

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


OJK Dorong AJB Bumiputera Jual Properti Demi Bayar PNM

(Mentari Puspadini/ayh)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *