Anak Muda Ogah Kerja di Sekuritas, Ini Kata Bos Dompet Aman

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan platform PT Dompet Aman Indonesia dalam melakukan literasi keuangan untuk anak muda dan perempuan melalui program Aman Financial Literasi (AFL).

Chief Marketing Officer Dompet Aman, Farah Dini mengatakan, pihaknya mendorong 250.000 anak muda untuk bekerja di sektor industri keuangan. Sebab, saat ini sedikit anak muda yang berminat bekerja di sektor keuangan.

Untuk mendorong anak muda menjadi penggerak di industri keuangan, Dompet Aman bekerja sama dengan mitra di bidang finansial seperti sekuritas dan manajer investasi, serta lembaga pendidikan yang memberikan sertifikasi dan lisensi.

“Kami mendorong anak muda bisa bekerja di sekuritas atau bisa bekerja di asset management. Karena dibandingkan negara lainnya, Indonesia boleh dibilang yang bekerja di industri keuangan tidak sebanyak itu,” ujarnya di gedung BEI Jakarta, dikutip Senin (30/10).

Selain itu, Ia juga menargetkan 5 juta perempuan di Indonesia dapat melek keuangan. Sebab, penipuan berkedok investasi kerap kali menyasar perempuan menjadi korban karena minimnya pengetahuan di bidang keuangan.

“Target kami ada 5 juta perempuan di Indonesia dalam waktu 5 tahun yang teredukasi secara finansial,” ungkapnya.

Menurutnya, literasi keuangan yang akan diberikan juga tidak hanya seputar pasar modal, namun juga cara untuk mengatur keuangan dan mengelola utang, terutama bagi perempuan yang rentan, agar tidak terjebak berutang ke pinjol ilegal.

“Kami bekerja sama dengan beberapa himpunan, asosiasi perempuan, dan lain-lain. Kurang lebih sekitar 50 partner kami berkolaborasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan kerja sama dengan platform tersebut bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal Indonesia kepada perempuan dan anak muda.

Baca Juga  Harvey Moeis Jadi Tersangka Kasus Timah, Sandra Dewi Dapat Terseret?

Jeffrey menyebutkan, saat ini dari 278 juta orang Indonesia, ada 11,7 juta orang yang menjadi investor. Dari investor yang ada, hanya 37,5 persen yang perempuan. Data lain menunjukkan, korban terbesar penipuan investasi bodong juga perempuan.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


OJK Sebut Moratorium Siap Dicabut, RI Bakal Banjir Pinjol?

(rob/ayh)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *